Friday, 6 January 2017

"kidzib"

"kidzib"

BAB I
PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang
Berbohong (berdusta) merupakan suatu kelakuan buruk yang merupakan dosa bosar yang merusak pribadi dan masyarakat. Karena dusta adalah cacat masyarakat di seluruh zaman, maka ia menyebabkan banyak kehinaan dan keburukan dalam masyarakat itu.
Di era globalisasi sekarang ini, kebohongan dan kepalsuan telah menjalar dan menjadi borok di segala lapisan masyarakat. Sebagian umat Islam pun ada yang kecanduan dengan sikap tercela ini.
Dusta juga menimbulkan kebencian di antara orang-orang dan menyebabkan kehilangan kepercayaan di antara mereka dan menjadikan mereka saling menjauh tidak saling menolong dan tidak terdapat kerukunan di antara mereka. Karena itu, benarlah Islam menganggap dusta sebagai dosa yang besar.
Kejujuran merupakan nikmat Allah Ta’ala yang teragung setelah nikmat Islam, sekaligus penopang utama bagi berlangsungnya kehidupan dan kejayaan Islam. Sedangkan sifat bohong merupakan ujian terbesar jika menimpa seseorang, karena kebohongan merupakan penyakit yang menggerogoti dan menghancurkan kejayaan Islam.
2.      Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian kidzib?
2.      Apa saja dalil aqli dan dalil naqli yang berkaitan dengan kidzib?
3.      Bagaimana contoh perilaku kidzib?
4.      Bagaimana hikmah menghindari sikap kidzib?
5.      Bagaimana akibat apabila tidak melaksanakan sikap kidzib?


3.       

BAB II
PEMBAHASAN
KIDZIB
A.    Pengertian Kidzib
Kidzib (bohong) adalah menyatakan sesuatu tidak sesuai dengan kenyataan atau menyatakan sesuatu berlainan dengan sebenarnya. Bohong sering disebut juga dusta..
Imam nawawi rohimullah ta’ala mengatakan “ketahuilah olehmu, bahwa dusta menurut mahdzab ahllu sunnah ialah memberitahukan tentang sesuatu yang berlawanan dengan yang sebenarnya baik disengaja maupun karna ketidaktahuan. Akan tetapi dusta karna ketidaktahuan tidaklah berdosa, sedangkan dusta karna berdusta adalah dosa.”
Hukum berbohong, Imam Nawawi Rahimahulloh mengatakan, “Nash-nash baik dari al-qur’an maupun sunnah telah menjelaskan haramnya berbohong. Berbohong merupakan dosa paling jahat dan aib paling buruk. Kesepakatan ulama telah tercapai dalam pengharaman berbohong berdasarkan nash-nash yang jelas.”[1]
Berdusta sangat dilarang dalam Islam, hal tersebut adalah terlarang. Rosul telah melarang kita untuk berbohong, walaupun untuk sekedar bercanda. Namun ada riwayat yang menerangakan bahwa berbohong itu diperbolehkan. Seperti yang telah diriwayatkan dari ummu kultsum dalam Shahih Muslim, ia mengatakan “saya tidak pernah mendengar Nabi SAW mengecualikan suatu dari perkataan manusia selain dalam 3 hal, yaitu perang, perdamaian diantara manusia, perkataan istri kepada suaminya dan perkataan suami kepada istrinya ” [2]
B.     Dalil-dalil Al-Qur’an tentang kidzib
Pada dasarnya berbohong atau berkata dusta atau berperilaku tidak jujur haram hukumnya dalam Islam. Al Quran dan al hadits secara tegas mencela mereka yang suka berbohong.


Al Quran menganggap berbohong adalah perilaku orang yang tidak beriman.
$yJ¯RÎ) ÎŽtIøÿtƒ z>És3ø9$# tûïÏ%©!$# Ÿw šcqãZÏB÷sムÏM»tƒ$t«Î/ «!$# ( y7Í´¯»s9'ré&ur ãNèd šcqç/É»x6ø9$# ÇÊÉÎÈ  
“Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah pembohong.” (Q.S An-Nahl 16 : 105)

`tBur ó=Å¡õ3tƒ ºpt«ÿÏÜyz ÷rr& $\ÿùSÎ) ¢OèO ÏQötƒ ¾ÏmÎ/ $\«ÿƒÌt/ Ïs)sù Ÿ@yJtGôm$# $YY»tFökæ5 $VJøOÎ)ur $YYÎ6B ÇÊÊËÈ  
“Dan barang siapa yang mengerjakan kesalahan atau dosa, kemudian dituduhkannya kepada orang yang tidak bersalah, maka sesungguhnya ia telah berbuat suatu kebohongan dan dosa yang nyata” (Q.S An-Nisa : 112)
Ÿwur ß#ø)s? $tB }§øŠs9 y7s9 ¾ÏmÎ/ íOù=Ïæ 4 ¨bÎ) yìôJ¡¡9$# uŽ|Çt7ø9$#ur yŠ#xsàÿø9$#ur @ä. y7Í´¯»s9'ré& tb%x. çm÷Ytã Zwqä«ó¡tB ÇÌÏÈ  
“dan jangan lah kamu mengikuti apa yang tidak kamu mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati semua itu akan diminta pertanggungjawabannya”.  (Q.S Al-Isra’ : 36)
C.     Contoh prilaku Kidzib
Bohong adalah tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Musailamah al-kadzab adalah seorang yang berprilaku bohong. Ia mengaku sebagai nabi nabi. Padahal setelah nabi Muhammad SAW tidak ada lagi nabi. Nabi Muhammad adalah nabi yang terakhir, Nabi Akhirul zaman.
Ia mendakwahkan dirinya sebagai nabi. Ia berusaha untuk menandingi al-qur’an, padahal mustahil bagi manusia dapat membuat susunan yang serupa dengan al-qur’an yang dapat menandinginya. Keindahan susunan dan gaya bahasanya serta isinya tidak ada tara bandingannya.[3]
Musailamah menunjukan prilaku yang buruk, berbohong dapat merugikan diri sendiri dan orang banyak. Prilaku seperti yang dilakukan musailamah Al Kadzab si Nabi palsu itu harus kita hindari. Prilaku yaang harus kita pupuk adalah prilaku untuk memperbaiki iman kita, karna dengan iman yang baik akan membuahkan akhlak yang terpuji dan dari akhlak yang terpuji akan mewujudkan perbuatan yang terpuji,tegas dan tidak akan berbohong.
D.    Dalil-dalil Naqli tentang kidzib
Rasulullah menegaskan haramnya berdusta dan menjadi salah satu tanda orang munafik:
خان اؤتمن وإذا ,أخلف وعد وإذا ,كذب حدث إذا : ثلاثة  المنافق آية
Artinya: Tanda orang munafik ada tiga: berkata bohong, ingkar janji, mengkhianati amanah (HR Bukhari & Muslim).[4]
ليس الكذاب الذي يصلح بين الناس فينمي خيرا أو يقول خيرا
Artinya: “Bukan seorang pendusta, orang yang berbohong untuk mendamaikan antar-sesama manusia. Dia menumbuhkan kebaikan atau mengatakan kebaikan.” (HR. Bukhari dan Muslim)[5]
Hadist nabi muhammad SAW, yang artinya”jauhkanlah dirimu dari dusta, karna sesungguhnya dusta itu membawa kejahatan  dan sesungguhnya kejahatan itu akan membawa ke neraka”[6]
E.     Hikmah meninggalkan sifat Kidzib
Beberapa hikmah atau manfaat menjauhi dan meninggalkan sifat Kidzib, diantaranya :[7]
1.      Mendatangkan ketenangan
2.      Mendatangkan kedamaian
3.      Menciptakan keluarga yang nyaman
4.      Menghindarkan dari tuduhan-tuduhan yang merugikan.
F.      Akibat melaksanakan sifat Kidzib
Beberapa kerugian orang yang suka bohong :
1.      Hatinya selalu tidak tenang karna takut kebohongannya diketahui orang/terbongkar
2.      Tidak akan dipercayai orang lagi ketika berbohong
3.      Dijauhi masyarakat.
BAB III
KESIMPULAN
Bohong adalah memberitakan tidak sesuai dengan kebenaran, baik dengan ucapan lisan secara tegas maupun dengan isyarat. Dan berdusta merupakan bahaya lidah yang dilarangan keras oleh agama, karena merupakan suatu kelakuan buruk yang melakukan dan merupakan dosa besar yang merusak pribadi dan masyarakat.
Dusta dapat diketahui dari bukti perbuatan, atau pada tingkah laku yang lahir. Karena hanya lidah yang berdusta, adapun perbuatan dan sikap muka itu selalu berlawanan dengan lidah.
Akan tetapi ada dusta yang diperbolehkan asalkan maksud dari tujuan itu baik. Walaupun begitu tetap harus berhati-hati dalam setiap berkata dan bertindak. Karena dusta yang diperbolehkan itu disaat situasi yang sangat terpaksa.
Adapun hikmah yang terkandung apabila kita meninggalkan sifat Kidzib(bohong) yaitu mendatangkan ketenangan dan kedamaian dalam hidup dan terhindar dari tuduhan-tuduhan yang merugikan diri kita.







[1] Said Ibnu, Tajamnya Lidah, Jakarta: Qafah Gemilang,2005, hal.48
[2] Said Ibnu, Tajamnya Lidah, Jakarta: Qafah Gemilang,2005, hal.53
[3] http://kisahteladan354.blogspot.com/2013/03/kisah-musailamah-al-kadzab
[4] Said Ibnu, Tajamnya Lidah, Jakarta: Qafah Gemilang,2005. hal.49
[5] http://www.Islamweb.net/fatwa
[6] http://ikkaw.blogspot.co.id/2014/03/makalah-ilmu-akhlak-sifat-dusta.html
[7] https://belajaronlineblog.wordpress.com
 

 

No comments:

Post a Comment